Allah Aku Ingin Menangis

 Aku adalah luka jauh sebelum aku menikah, aku adalah takut jauh sebelum aku menikah, aku adalah penyendiri jauh sebelum aku menikah,

Jadi yang kupastikan aku tidak salah dalam memilih pasangan hidup, yang nyatanya aku dikejutkan lagi oleh luka, takut, dan penyendirianku dimasa sendiri, seolah kembali memberi pesan kepada diriku bahwa pasangan hidup hanyalah seorang manusia biasa yang sama seperti dirimu.


Kini, aku menyadari bahwa dengan menikah pun aku masih lah menjadi luka, masih menjadi takut, dan masih menjadi penyendiri.


Bukan, bukan salah pasangan hidup, ini adalah peŕmasalahan harapan yang sangat tipis sekali bahwa ia tergantungkan tanpa tersadari kepada seorang makhluk yang tidak memiliki kuasa apapun atas dirinya.


Ya, kesalahan itu ada pada ekspektasi yang tidak aku sadari sebab tersembunyi dalam kata "nanti aku pasti bisa....", Nanti...

Itulah jawabnya.


Salahku, tidak menikmati masa yang ada, tidak mensyukuri masa yang sedang terlewati, tidak menjalani dengan baik masa yang kini dijalani karena lebih dulu berangan seolah angan itu akan dengan mudah terjadi, padahal nyatanya bisajadi itu hanyalah kesemuan semata.


Oh diriku yang luka

Oh diriku yang takut

Oh diriku yang penyendiri

Biarlah orang lain tidak mengerti dirimu,

Biarlah orang lain menilaimh dari sisi manapun sesuka mereka,

Biarlah orang lain tidak menganggapmu ada atau abai padamu,


Bukan berarti dirimu tidak berharga, bukan berarti dirimu anti pada sosial, bukan berati dirimu tidak menjaga hubungan baik pada manusia, bukan,

Karena aku yang tahu bahwa dirimu sudah berusaha, hingga pada akhirnya ada di puncak kutemukan dirimu lelah, dan lebih memilih untuk berpasrah.


Tidak apa, diriku..

Kamu adalah perempuan hebat,

Meskipun pengangguran dan hanya di rumah,

Meskipun yang katanya hanya tidur dan makan,

Meskipun yang katanya seringkali lalai dalam ibadah,

Ada Allah, Ada Allah, Ada Allah.

Allah adalah saksi apapun yang terjadi dalam hidupmu,

Allah adalah saksi apasaja hal yang kamu lakukan dalam hidupmu,

Allah adalah saksi apa-apa yang tersematkan dalam niat dan hatimu.


Bersedihlah, menangislah sekencang yang kau mau, sadari bahwa dirimu manusia biasa dan memang belum bisa setara dengan keshaliha-annya sayyidah khadijah juga 'aisyah sekeras apapun kau usaha, hidup ini memang tidak selalu harus tertawa, sebab hatimu butuh airmata untuk mengembalikan kesuciannya.


Jangan takut, Allah ada bersamamu.



Semarang, 13 Sep 2023, Rabu.

13:02 Wib.

Komentar

Postingan Populer