ILMU ASHWAT




BUNYI DAN BAHASA

1.      Definisi Bunyi
Definisi bunyi terbagi menjadi dua yaitu menurut Manaf Mahdi Muhammad (1998 M:13) bahwasannya bunyi adalah gelombang udara yang dipengaruhi oleh kekuatan dan kecepatan dengan sebab apapun. Yang kedua menurut Ibrahim Anis (1961 M:9) bunyi adalah sesuatu yang menghasilkan suara dan dapat didengar.
2.      Terjadinya Bunyi
Bunyi tidak didapatkan dari kekosongan, terjadinya bunyi itu disebabkan adanya sebab. Disini ada tiga syarat agar terjadi suatu bunyi:
1)      Sumber energi
2)      Benda yang bergetar
3)      Ruang resonansi
Adapun sumber energi ditandai dengan kekuatan atau gerakan atau pukulan yang disebabkan bergeraknya sesuatu dan adanya getaran. Dan adapun benda yang bergetar disini adalah sesuatu yang bergetar disebabkan adanya gerakan atau pukulan. Dan adapun ruang resonansi adalah benda gas(cair, padat)bergetar perantaranya bunyi yang menjadikan benda yang bergetar, itulah yang menjadikan bunyi dapat didengar.
Menurut​ ​penjelasan​ ​diatas,​ ​proses​ ​terjadinya​ ​bunyi​ ​itu​ ​seperti​ ​pada​ ​alat​ ​musik​ ​gitar.​ ​Apabila senar​ ​gitar​ ​di​ ​getarkan​ ​maka​ ​akan​ ​terciptalah​ ​suatu​ ​bunyi.​ ​Getarannya​ ​melalui​ ​lubang​ ​gitar itu.​ ​Didalam​ ​proses​ ​ini​ ​dapat​ ​di​ ​ambil​ ​tiga​ ​syarat​ ​terjadinya​ ​bunyi,​ ​dimana​ ​petikan​ ​senar​ ​gitar atau​ ​sentuhan​ ​pada​ ​senarnya​ ​itu​ ​sama​ ​seperti​ ​sumber​ ​energi(syarat​ ​pertama).​ ​sedangkan bergetarnya​ ​senar​ ​itu​ ​sama​ ​seperti​ ​syarat​ ​kedua(benda​ ​yang​ ​bergetar),​ ​dan​ ​lubang​ ​gitar yang​ ​​didalamnya​ bergetar ​suara​ ​petikan​ ​senar​ itu ​sebagaimana​ ​syarat​ ​ketiga​ ​yaitu​ ​adanya ruang​ ​resonansi.
Seperti​ ​yang​ ​telah​ ​dijelaskan​ ​tadi, yang termasuk ruang​ ​resonansi​ ​ada​lah ​benda​ ​gas,benda​ ​cair,benda​ ​padat. Tiga​ ​bentuk​ ​ini benda bisa memindahkan dan mengeluarkan getaran bunyi. Telinga mendengarkan macam –macam bunyi tandanya diterangkan lewat udara berpindah dan bergetar dengan perantara bunyi.
3.      Terjadinya Bunyi Pada Manusia
Berikut ini adalah penggambaran dari proses terjadinya bunyi dan ujaran pada manusia:
1)      Udara atau nafas yang memantul dari paru –paru ke pangkal tenggorokan (kerongkongan).
2)      Udara melewati dua pita suara di dalam kerongkongan.
3)      Lewatnya udara itu meyebabkan getaran pada pita suara.
4)      Getaran dua pita suara menghasilkan bunyi .
5)      Bunyi bergetar keluar ari rongga tenggorokan kemudian rongga mulut dan rongga hidung.
6)      Keluarnya bunyi adakalanya dari mulut atau dari hidung untuk bisa didengar oleh manusia.
Sehingga jelas sudah di dalam proses ini ada tiga syarat terjadinya bunyi yaitu , sumber energi, benda yang bergetar dan ruang resonansi. Adapun sumber energi,ditandai dengan udara yang memantul dari paru –paru menuju ke kerongkongan. Dan adapun benda yang bergetar, ditandai dengan udara yang berbenturan dengan dua pita suara didalam kerongkongan. Dan adapun ruang resonansi adalah didalam rongga tenggorokan, rongga mulut dan ronga hidung yang bergetar dan keluar darinya adalah tangkapan bunyi yang ada di pita suara.

4.      Perbedaan Suara Pada Manusia
Bunyi yang dilafalkan manusia berbeda tingkatan suaranya dan berbeda pelafalan anatara orang satu dengan yang lainnya karena perbedaan getaran pita suara yang dimilikinya. Apabila bertambah getaran pita suara yang diucapkan manusia maka bertambah besar suara yang dikeluarkannya begitu juga sebaliknya.
Kemampuan manusia dalam tingkatan suara dipengaruhi oleh keadaan tubuh pada pita suaranya yang berbeda antara perempuan dan laki-laki dan antara anak kecil dan orang dewasa. Pada pita suara perempuan dan anak kecil lebih kecil daripada orang dewasa dan laki-laki. Dan anak kecil yang menginjak baligh dia akan bertambah getaran pita suaranya menjadi lebih besar dan mendekati seperti suara orang dewasa. Bagi seorang Qori’ suaranya lebih merdu diantara manusia yang lain dan ini adalah suatu pengecualian.

5.      Bunyi dan Bahasa
Sesungguhnya pertumbuhan bahasa yang pertama kali yaitu terletak pada bunyi pelafalannya adapun penulisan yang kedua. Bunyi yang diulang-ulang selalu oleh anak kecil merupakan hal yang pertama kali dilakukannya dan menulis ketika dia belajar di sekolah.
Bunyi adalah pokok dari sebuah bahasa dari situ dapat diketahui arti dari sebuah ucapan yang dilafalkan seperti Direktur + sekolah baru = مديرة + المدرسة الجديدة   apabila kalimat diatas diucapkan dan berhenti pada kata direktur = مديرة  maka menunjukkan bahwasanya sekolah baru bukan direktur baru. Adapun apabila kalimat مديرة المدرسة + الجديدة  diucapkan dan berhenti pada kata sekolah =  مديرة المدرسة maka menunjukkan bahwasanya direktur sekolah baru bukan sekolah baru.
Disini dapat dsisimpulkan seperti pendapat Ibnu Jini pada pengertian bahasa : bunyi menggambarkan maksud suatu kaum.
6.      Bunyi Bahasa
Bunyi secara bahasa adalah asas pokok pendengaran yang bersumber dari panca indra atas yang mana dari panca iera yang khusus. Dan dari keadaan atau kondisi ketika bergerak it menunjukkan sesuatu apa yang ibicarakan dan percakapan itu dasar untuk mempermudah menangkap pendengaran.

Komentar

Postingan Populer