What makes the parent proud of you?
Hal apa yang bisa membuat orangtua didunia ini bahagia selamanya?
Prestasi?Beasiswa?
Ataukah harta yang kau punya?
Mungkin semua itu berarti didunia ini,tetapi bisajadi tiada artinya di akhirat kelak jika tidak digunakan dengan hal yang semestinya.
Namun,
Sebaik-baik pemberian seorang anak untuk orangtuanya adalah doa-doa mulia,menjalankan perintah Allah tanpa kata tapi dan nanti,meneladani Rasul Allah,membaca al-Qur'an,dan sholat.
Sungguh rugi,orangtua yang memiliki anak namun tak mau sholat dan tak bisa mengaji.
Dahulu,hiduplah seorang manusia yang sangat dimuliakan bahkan dia sangat dikenal oleh semua para penghuni langit.
Siapakah dia?
Ya,dia adalah Uwais al-Qarni.
Seorang pemuda asal Yaman,yang sangat berbakti kepada Ibunya yang sedang lumpuh.
Kisah uwais membuat siapapun yang membacanya akan meneteskan air mata haru bahagia.
Dimana disanalah terdapat jawaban apakah yang bisa membuat orangtua bahagia.
Ya,jawabannya adalah menjadi anak yang sholih.
Uwais tak pernah sedikitpun tidak memberikan apa yang ibundanya inginkan. Suatu hari,sang ibunda ingin sekali sebelum akhir hayatnya tiba menjemput,dimasa tua nya sang ibunda sangat ingin sekali pergi naik haji.
Bayangkan,uwais hanyalah seorang budak tak lebih dari itu. Ia tak punya harta banyak. Apa yang dia punya? #Dia punya tekad yang kuat.
Suatu waktu setelah ibundanya bilang kepada uwais ingin pergi naik haji,uwais kebingungan pada awalnya kemudian dengan niat dan tekad yang kuat uwais mengumpulkan koin demi koin yang ia dapatkan dari pekerjaannya,kemudian ia belikan seekor lembu yang masih kecil.
Setiap harinya uwais memberi makan lembu itu sampai lembu itu menjadi besar dan berat,setiap harinya uwais menggendong lembu itu berjalan naik turun bukit berkali2 hingga pada akhirnya saat Haji pun tiba.
Uwais dengan tubuhnya yang kurus,namun sudah terlatih menggendong lembu yang mulanya masih kecil hingga menjadi besar dan berat. Uwais pun memutuskan dengan niat Lillahi ta'ala ia ingin membantu ibunya untuk mewujudkan keinginan terakhir sang Ibu untuk berhaji,Uwais pun menggendong Ibunya dari Yaman menuju ke Makkah.
Uwais menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah dengan berjalan kaki. Bayangkan? Betapa jauhnya.
Sesampainya di kota Mekkah Uwais gendong ibunya lagi mengelilingi kakbah,betapa suasana mengharukan seketika tercipta disitu.
Uwais bertemu dengan sahabat Rasul Abdullah bin Umar,Uwais bertanya kepada Abdullah bin Umar perihal apa yang telah dia lakukan untuk ibunya yang ingin berhaji apakah itu semua sudah mampu membayarkan semua jasa ibu kepadanya?
Abdullah bin Umar pun sontak menangis dan menjawab bahwa setetes darah ibu saat melahirkanmu pun belum bisa terbalaskan.
Maa syaa Allah.
Kemudian setelah sepulangnya dari berhaji,Uwais pun kembali pulang bersama sang ibunda.
Sesampainya dirumah.
Uwais teringat oleh Rasulullah,Uwais sangat ingin bertemu dengan Rasulullah meskipun hanya sekali dalam seumur hidupnya. Tetapi,Uwais resah dan bingung,jikalau ia pergi menemui rasulullah,siapakah yang akan menjaga dan merawat ibunya selama kepergiannya itu?
Akhirnya,karena rasa cinta yang dimiliki Uwais kepada Rasul. Uwais pun memberanikan diri untuk meminta izin sang ibunda supaya bisa pergi menemui Rasulullah. Dengan berat hati,sang ibunda membolehkan namun ibundanya berpesan agar sesampainya dirumah rasul ia tidak boleh berlama-lama dan harus segera kembali pulang.
Uwais pun senang bukan kepalang,ia pun pergi ke rumah Rasul. Sesampainya dirumah rasul,ia hanya bertemu dengan 'Aisyah binti Abu Bakr. 'Aisyah membukakan pintu yang telah diketuk oleh Uwais namun nyatanya Rasulullah sedang tidak ada dirumah,beliau sedang berperang. Uwais pun kemudian tanpa ba-bi-bu lagi,ia segera berpamitan pulang.
Dengan suasana hati yang amat sedih,Uwais kembali pulang ke rumahnya. Di rumah Rasulullah ketika Rasulluah pulang,'Aisyah menyampaikan perihal kedatangan seorang pemuda Yaman yang ingin bertemu dengan beliau. Rasulullaah pun sudah mengetahuinya,bahwa pemuda itulah yang disabdakan oleh Rasul bahwa ia telah menjadi bahan perbincangan tentang kesholihannya oleh semua penghuni langit.
Sebelum kepergian Rasulullah dari dunia ini,Rasulullah berwasiat kepada kedua sahabat beliau yaitu Abu Bakar dan Umar untuk menemui seorang pemuda asal Yaman yang bernama Uwais dan ia memiliki tanda putih di salah satu telapak tangannya untuk memohonkan ampun kepada Allah sebab sabdanya Rasul doa dari Uwais pasti mustajab dan diijabah oleh Allah.
Pada akhir kisah,kedua sahabat Rasulullah pun bertemu dengan Uwais yang pada waktu itu mengikuti segerombolan penggembala yang pergi menuju ke Madinah,sebab sang Ibundanya telah wafat Uwais pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke kotanya Rasulullah. Ditengah perjalanan Abu Bakar dan Umar memberhentikan perjalanan gerombolan tadi dan bertanya kepada semua orang disana,siapakah diantara mereka yang bernama Uwais?
Uwais pun tidak mengaku pada awalnya,namun setelah melihat ada tanda putih ditelapak tangan Uwais kedua sahabat Rasul pun dengan izin Allah mengenal jikalau itu Uwais. Kedua sahabat pun langsung meminta dimohonkan ampun oleh Uwais,Uwais disuruh mendoakan mereka. Uwais pun menolak karena yang lebih pantas mendoakan adalah mereka berdua para Sahabat Rasulullah bukan ia. Namun,sahabat menceritakan perihal wasiat Rasulullah kepada Uwais,akhirnya dengan Niat karena Allah,Uwais pun memohon kan ampun kepada Allah perihal yang diminta oleh Abu Bakar dan Umar.
Akhirnya,setelah kejadian pertemuan itu Uwais tidak ingin banyak orang yang mengetahui keberadaannya karena keistimewaannya itu.
Kemudian,Uwais pun meninggal dan banyak sekali gerombolan berpakaian serba putih yang mengurus jenazahnya,ternyata semua segerombolan itu adalah para malaikat Allah. Kemudian setelah dikuburkan,kubur Uwais pun hilang dalam sekedipan mata.
Maa syaa Allah.
Betapa dimuliakannya anak yang benar-benar menyayangi ibunya seperti seorang Uwais al-Qorni.
Siapa yang tidak akan selalu jatuh cinta tanpa pernah bosan,ketika membaca kisah seorang Uwais al-Qorni?
#Untukku
#Hanya Untukku



Komentar
Posting Komentar