Seuntai senyuman
Kau bisakah merasakan betapa hangat nya sinar matahari pagi dikala dinginnya suasana merasuk ke pori-pori yang terbuka?
Dalam seuntai senyuman aku ada.
Kau bisakah merasakan betapa sejuknya hujan deras tiba dikala panasnya suasana siang sebab terik matahari yang terasa menyengat?
Dalam seuntai senyuman aku ada.
Kau bisakah merasakan dalam kehijauan daun-daun dan pohon-pohon nampak sejuk dipandang mata, sebelum kekeringan menjadikan ia ragu untuk tetap bertahan dan sebelum angin dengan sigap menjatuhkannya.
Dalam seuntai senyuman aku ada.
Hai badai, aku ada didalam senyuman
Jangan lah kau datang untuk mengambilnya
Jika senyuman itu pergi, dimanakah aku kan ada lagi?
Hai ombak, aku ada didalam senyuman
Jangan lah kau datang untuk mengambilnya
Jika senyuman itu pergi, dimanakah aku kan ada lagi?
Hai gempa, aku ada didalam senyuman
Jangan lah kau datang untuk mengambilnya
Jika senyuman itu pergi, dimanakah aku kan ada lagi?
Jika kehendak Ilahi menghadirkanmu dalam jalan cerita ini, semoga kau tak membuat senyuman itu pergi dalam kehidupanmu.
Karena didalam seuntai senyuman itu aku ada.
Surabaya, 17 Sya'ban 1439 H.
By : Ufuqil_Mubiin08



Komentar
Posting Komentar